Tips Membeli Properti

Bagaimana Merubah Sertifikat Hak Pakai Menjadi Sertifikat Hak Milik

Mungkin saat ini properti yang Anda tempati belum sepenuhnya milik Anda karena sertifikat yang dimiliki masih merupakan Hak Pakai. Tidak perlu khawatir, Anda dapat merubah Hak Pakai menjadi Hak Milik guna menghindari risiko sengketa kepemilikan di masa mendatang.

Pengertian Hak Pakai tertera dalam Pasal 41 – 43 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Menurut undang-undang tersebut, hak pakai dapat diartikan sebagai hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah milik orang lain, yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah.

Sementara itu, Hak Milik diatur dalam Pasal 20 – 27 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960. Pengertian Hak Milik menurut UUPA adalah hak yang turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah dengan mengingat ketentuan Pasal 6 UUPA.

Hak Milik dikatakan terkuat karena hak tersebut tidak mudah hapus dan mudah dipertahankan dari gangguan pihak lain. Dikatakan turun-temurun karena Hak Milik dapat diwariskan oleh pemegang hak kepada ahli warisnya. Sementara, terpenuh berarti Hak Milik memberikan wewenang paling luas dibandingkan hak-hak lainnya.

Untuk mendapatkan status hak milik, Anda dapat mengajukan permohonan kepada Kantor Pertanahan Kabupaten atau Kotamadya setempat. Namun, sebelum mengajukan permohonan, Anda harus memastikan apakah properti yang Anda miliki memenuhi kriteria yang dapat melakukan peningkatan status kepemilikan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 1998 tentang Pemberian Hak Milik atas Tanah untuk Rumah Tinggal, status Hak Milik dapat diberikan atas tanak Hak Pakai yang dijadikan rumah tinggal milik perseorangan atau individu yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki luas 600 m2 atau kurang.

Selain itu, pastikan bahwa properti Hak Pakai tersebut belum beralih hak. Sebaiknya peningkatan status kepemilikan dilakukan sebelum jangka waktu penggunaan berakhir. Pasalnya, jika Anda lalai memperpanjang hak penggunaan tanah atau properti kemudian hak tersebut kadaluarsa, risiko properti tersebut jatuh ke tangan lain sangat besar.

Jika Anda telah memenuhi kriteria-kriteria tersebut, Anda dapat mengajukan permohonan dengan menyertakan sejumlah dokumen, yaitu:

  1. Sertifikat tanah yang bersangkutan
  2. Bukti penggunaan tanah untuk rumah tinggal, berupa:
    • Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang mencantumkan bahwa bangunan yang bersangkutan memang digunakan untuk tempat tinggal, atau
    • Surat keterangan dari Kepala Desa atau Kelurahan setempat bahwa bangunan tersebut digunakan untuk rumah tinggal (jika IMB belum dikeluarkan)
  3. Fotokopi SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan) terakhir. Persyaratan ini khusus untuk tanah yang luasnya 200 m2 atau lebih
  4. Bukti identitas pemohon
  5. Pernyataan pemohon bahwa dengan perolehan Hak Milik maka yang bersangkutan akan mempunyai Hak Milik atas tanah untuk rumah tinggal tidak lebih dari 5 bidang tanah seluruhnya dengan luas tidak lebih dari 5000 m2

Jika properti yang ingin dinaikkan statusnya dari Hak Pakai menjadi Hak Milik merupakan warisan, maka permohonan peningkatan harus disertai dengan surat keterangan waris atau akta waris dan surat kuasa yang diberikan para ahli waris kepada pemohon.

Semoga panduan ini dapat membantu Anda mengurus permohonan peningkatan Hak Pakai properti Anda menjadi Hak Milik.

Sumber:

http://blog.urbanindo.com/2015/06/merubah-hak-pakai-menjadi-hak-milik-ini-caranya/

http://hukum-setiawan.blogspot.com/2009/10/konversi-hak-guna-bangunan-dan-hak.html

http://www.hukumproperti.com/2013/09/30/prosedur-dan-mekanisme-penurunan-dan-peningkatan-hak-atas-tanah/

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top