Tips Membeli Properti

Tata Cara dan Proses Pembelian Properti di Indonesia

Ingin beli properti? Selain menyiapkan dana atau budget untuk membeli, tentunya Anda harus memahami tata cara dan proses pembelian properti di Indonesia. Pemahaman proses pembelian properti ini sangat penting agar proses tersebut berjalan lancar dan Anda tidak menghadapi rintangan berarti.

[bctt tweet=”Pemahaman proses pembelian properti ini sangat penting agar proses tersebut berjalan lancar.”]

Jika Anda belum termasuk awam, penjelasan di bawah ini dapat membantu Anda memahami proses pembelian properti di Indonesia secara menyeluruh.

Cari Properti

Tentu saja, sebelum beli properti, Anda perlu mencari properti seperti apa yang Anda inginkan. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencari properti, misalnya lewat iklan di media massa, terutama situs jual beli properti di internet; mengunjungi pameran properti; ataupun menyewa jasa agen properti untuk mencarikan rumah atau apartemen sesuai keinginan Anda.

Cari Agen Properti yang Berkualitas

Jika Anda memutuskan beli properti melalui agen, carilah agen properti yang profesional. Cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menentukan kualitas agen adalah dengan bertemu langsung dan menanyakan hal-hal yang perlu ditanyakan. Anda bisa mencari tahu tentang riwayat listing dan penjualan yang pernah dilakukan agen, apakah memiliki kemiripan dengan properti yang ingin Anda beli saat ini.

Agen properti yang berlisensi tentu saja mendapat nilai tambah. Namun, hal terpenting yang perlu Anda pastikan adalah apakah Anda memiliki kecocokan dengan agen. Ini penting karena proses beli properti bisa menghabiskan waktu cukup lama, sehingga Anda harus yakin bahwa agen properti Anda dapat dipercaya dan nyaman diajak kerja sama.

Tawar-Menawar Properti

Setelah menemukan properti yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda, langkah selanjutnya dalam alur beli properti adalah melakukan tawar-menawar dengan pihak penjual. Penjual di sini bisa berupa penjual perorangan maupun pengembang atau developer.

Anda bisa meminta potongan harga dari penjual, negosiasi waktu pelunasan uang muka dan sebagainya.

Berikan Booking Fee

Jika Anda dan penjual sudah menyepakati harga beli properti, Anda bisa menyetorkan sejumlah uang sebagai tanda jadi atau booking fee. Booking fee ini berbeda dengan uang muka (down payment) karena jumlahnya jauh lebih sedikit. Booking fee diberikan sebagai tanda Anda serius untuk beli properti yang dipasarkan.

Tidak semua penjual mewajibkan booking fee. Namun, jika Anda harus membayarkan uang tanda jadi, tanyakan kepada penjual apakah booking fee ini dapat menjadi bagian dari harga jual properti.

Meskipun bertajuk tanda jadi, booking fee ini sebenarnya tidak mengikat. Jika Anda menemukan properti lain yang lebih Anda sukai, atau berubah pikiran untuk beli properti tersebut, Anda bisa menghentikan proses jual beli properti. Hanya saja, risikonya adalah uang tanda jadi tidak bisa dikembalikan kepada Anda.

Pengajuan KPR/KPA

Jika Anda memilih metode pembayaran kredit dalam proses beli properti, maka Anda bisa mulai mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ataupun Kredit Pemilikan Apartemen kepada bank.

Proses pengajuan kredit terdiri dari pengumpulan dokumen yang dibutuhkan seperti formulir pengajuan, slip gaji atau bukti penghasilan, hingga analisa atau penilaian status kredit Anda untuk menentukan besarnya pinjaman yang bisa diberikan maupun jangka waktu pembayaran angsuran.

Pembayaran Uang Muka

Uang muka atau down payment (DP) berlaku untuk proses beli properti melalui sistem KPR maupun tunai. Biasanya penjual, baik developer maupun individu, meminta Anda memberikan uang muka untuk memastikan Anda membeli properti yang bersangkutan. Besarnya uang muka umumnya sekitar 20% – 30% dari jumlah pembayaran yang harus dilunasi.

Umumnya developer menentukan waktu pembayaran DP sekitar 2-3 minggu setelah tanda jadi diterima. Namun, ada baiknya DP dibayar setelah proses KPR dengan bank selesai sehingga Anda memiliki rasa aman dan kepastian mengenai penjadwalan pembayaran dari bank yang bersangkutan.

Akad Jual Beli

Akad jual beli properti adalah peralihan hak hukum atas tanah dan bangunan. Artinya, penjual secara resmi memberikan tanah dan/atau bangunan kepada Anda sebagai pembeli dengan imbalan harga yang telah disepakati.

Pada proses akad jual beli properti, penjual dan pembeli akan menandatangani Akta Jual Beli (AJB) dan/atau surat perjanjian kredit bagi nasabah KPR. Jika Anda memilih pembayaran tunai, Anda bisa langsung melunasi sisa pembayaran kepada pihak penjual. Sementara, bagi nasabah KPR, pelunasan akan dilakukan oleh bank pemberi kredit.

Akad jual beli properti harus dilakukan di hadapan notaris atau pejabat pembuat akta tanah lainnya guna melindungi penjual, pembeli dan pihak bank secara hukum.

Demikian penjelasan mengenai proses pembelian properti di Indonesia. Penjelasan ini diharapkan membantu Anda dan para pembeli properti di Indonesia untuk melakukan proses beli properti tanpa kesulitan berarti.

Sumber:

http://belajarinvestasiproperty.blogspot.com/2013/04/cara-jual-beli-rumah-via-developer.html

https://mbarules.wordpress.com/2014/01/13/jenis-jenis-pembayaran-dalam-membeli-rumah/

http://www.rumah.com/panduan-dan-referensi/membeli-rumah/membeli-rumah-untuk-pertama-kali

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top