Tips Membeli Properti

Mau Over Kredit Rumah ?, Begini Caranya!

Ada keuntungan ketika memutuskan membeli rumah dengan over kredit. Dengan mendapatkan pinjaman baru, maka bunga yang digunakan berubah mengikuti bunga tetap pinjaman baru yang bisa jadi lebih rendah bila dibandingkan bunga mengambang dalam pinjaman berjalan.

Misalnya, pinjaman atau kredit rumah Anda saat ini sudah memasuki tahun ketiga dan terkena bunga mengambang (floating interest rate) di kisaran 12% per tahun. Jika Anda melakukan over kredit, yang berarti mengajukan kredit baru, maka suku bunga yang berlaku di awal tahun pinjaman adalah bunga tetap (fixed rate) yang berkisar antara 9-10% per tahun. Jadi, Anda akan membayar bunga lebih rendah dibandingkan pinjaman sebelumnya. Namun, tentu saja hal ini bergantung pada kebijakan bank yang menjadi kreditur.

Satu kelebihan lain dari over kredit. Anda bisa mendapatkan tambahan dana pinjaman dari pinjaman yang baru. Bank akan memberikan pinjaman baru lebih tinggi dari plafon pinjaman sebelumya. Namun dengan catatan selama nilai jaminan mendukung. Jaminan akan dinilai ulang oleh bank baru. Tentunya bank akan melihat kemampuan Anda untuk membayar cicilan yang lebih besar.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli rumah dengan over kredit. Salah satunya kredit rumah yang dibeli secara KPR di dunia perbankan. Adapun proses over kredit dapat dilakukan dengan dua cara yakni:

Over kredit langsung melalui bank

Menjalani proses over kredit melalui bank adalah over kredit secara resmi melalui alih debitur.

Adapun caranya antara lain:

  1. Datangi bagian kredit administrasi di bank atau layanan pelanggan dan Anda bisa mengajukan peralihan hak kredit.
  1. Mengajukan permohonan kredit untuk nantinya bertindak sebagai debitur baru menggantikan posisi penjual sebagai debitur lama.
  1. Apabila kredit tersebut disetujui bank, maka pembeli akan bertindak sebagai debitur baru menggantikan posisi penjual sebagai debitur lama. Pembeli nantinya akan menandatangani perjanjian kredit baru atas namanya, berikut akta jual beli dan pengikatan jaminan (SKMHT).

Ada kelebihan over kredit melalui bank. Pertama, sertifikat sudah dapat dibalik nama ke atas nama pembeli walaupun masih tetap dijaminkan ke bank dan baru dapat diambil setelah kredit lunas. Kedua, pembeli dapat mengangsur ke bank atas namanya.

Sementera kelemahannya antara lain:

  1. Proses pengajuan sebagai debitur di bank lebih rumit
  2. Makan waktu lebih lama.
  3.  Kemungkinan ditolak untuk debitur pengganti oleh pihak bank, terbuka lebar.
  4. Biaya untuk alih debitur relatif lebih mahal, karena harus melalui prosedur sesuai dengan kebijaksanaan dari masing-masing bank.

Over Kredit di Hadapan Notaris

Bentuk lain over kredit bisa dilakukan di hadapan notaris. Proses ini dinilai cukup aman untuk dilakukan meskipun tidak sesempurna alih debitur secara langsung. Pengoperan hak atas tanah dan bangunan sendiri menggunakan akta notaris.

Beberapa cara dalam memenuhi proses over kredit melalui notaris ini.

Mekanismenya antara lain:

  1. Penjual dan pembeli datang ke notaris disertai kelengkapan berkas.
  2. Kemudian, penjual dan pembeli dibuatkan akan pengikat jual beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan. Ini yang dimaksud surat kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa untuk mengambil sertifikat.
  3. Penjual kemudian menandatangani surat notifikasi atau pemberitahuan kepada bank mengenai peralihan hak atas tanah yang dimaksud. Intinya sejak pengalihan ini, meskipun angsuran dan sertifikat bernama penjual, tapi karena haknya sudah beralih maka penjual tidak berhak lagi untuk melunasi sendiri dan mengambil sertifikat asli yang berkenaan kepada bank.
  4. Usai salinan akta selesai, penjual bersama pembeli memberikan bank salinan akta-akta.

Ada kelebihan dengan proses over kredit melalui akta notaris. Prosesnya lebih mudah dan cepat dan biaya relatif lebih murah.

Sementara kelemahannya adalah:

  1. Sertifikat masih atas nama penjual dan dijaminkan ke bank.
  1. Pembeli mengangsur ke bank atas nama penjual.
  1. Jika peralihan hak ini tidak diberitahukan ke bank, kemungkinan terburuknya penjual bisa tiba-tiba melunasi sendiri ke bank dan mengambil sertifikat tanah dan bangunan asli yang sudah dialihkan. Ini yang mengharuskan dilaksanakannya alih debitur dengan menggunakan akta notaris wajib dan dilanjutkan dengan pemberitahuan kepada kreditur.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top